Soroti Layanan Kesehatan, LSM Demo Dinkes Kabupaten Kediri

 

BONANSA FM – Kediri, Relawan Kesehatan Indonesia KPD Kediri Raya-KPW Kamis pagi menggelar aksi di depan kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri. Mereka menuntut Pemkab Kediri memperbaiki pelayanan di tingkat Puskesmas dan Rumah Sakit rujukan. Sebab selama ini pelayanan di Puskesmas seringkali dikeluhkan pasien.

Puluhan demonstran tersebut datang dengan mengendarai roda dua. Selain berorasi para aktivis membagikan selebaran yang berisi tuntutan perbaikan pelayanan kesehatan di Kediri. Dalam orasinya, demonstran menuntut Pemkab Kediri untuk menindak oknum-oknum mantri atau bidan desa yang kerap menelantarkan pasiennya.

Koordinator aksi Nunik Susilowati menuturkan, dinas kesehatan harus mengevaluasi pelayanan kesehatan di Pusekesmas. Pelayanan kesehatan adalah kebutuhan dasar masyarakat yang harus diperhatikan.

Menurut Nunik, Pemkab Kediri tidak serius dalam memberikan hak rakyat atas jaminan kesehatan sesuai Pancasila dan UUD 1945. Pihaknya menambahkan, dalam waktu dekat Pemkab Kediri harus membentuk Badan Pengawas Rumah Sakit Daerah (BPRSD) sebagai pengawasan, kontrol dan memastikan rakyat benar-benar mendapatkan pelayanan kesehatan yang manusiawi. (HM)

Penyaluran DAU Kabupaten Kediri Ditunda

 

BONANSA FM – Kediri, Pemerintah Kabupaten Kediri menerima sanksi penundaan penyaluran Dana Alokasi Umum (DAU) sekitar Rp.56,2 miliar. Penyebabnya, diduga karena banyak dana Pemkab mengendap di kas daerah.

Ini disampaikan Nur Wakhid anggota DPRD Kabupaten Kediri dari PKB. Menurutnya penundaan itu berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan yang berlaku mulai September – Desember mendatang.

Sanksi penundaan DAU tersebut diduga karena dana Pemkab Kediri sebesar Rp.1,3 triliun mengendap. Selain itu juga diduga karena besarnya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) beberapa tahun yang terakhir. Ini menurutnya masyarakatlah yang dirugikan.

Menurut Nur Khamid, jumlah Kota atau Kabupaten se-Indonesia yang dikenai sanksi penundaan penyaluran DAU sebanyak 169 daerah. Sedangkan Kabupaten Kediri se-Jawa Timur masuk urutan ke-2, yang sanksi penudaan penyaluran DAU cukup besar. Adanya sanksi tersebut berimbas berbagai sektor. Diantaranya pembangunan Kabupaten Kediri menjadi tersendat. (HM)

DPRD Kota Kediri Gelar Semaan Al-Quran

 

BONANSA FM – Kediri, Ada suasana beda Kamis pagi hingga siang di DPRD Kota Kediri. Dari pagi terdengar lantunan tilawah ayat-ayat suci al-Quran. Ini adalah acara Semaan yang merupakan bagian dari rangkaian acara hari ulang tahun DPRD Kota Kediri.

Panitia sengaja mendatangkan belasan penghafal al-Quran bahkan sebagian dari daerah Malang. Agenda bernuansa religius ini diharapkan bisa membuat para wakil rakyat lebih dekat dengan masyarakat pecinta al-Quran.

Nursalim salah satu peserta semaan asal kelurahan Ngampel menuturkan, pihaknya mengapresiasi para wakil rakyat yang punya komitmen cinta al-Quran. Meski begitu ia sedikit menyayangkan waktu pembukaan acara tidak semua wakil rakyat hadir.

Nursalim menambahkan, agar lebih semarak agenda semaan al-Quran seharusnya juga mendatangkan konstituen masing-masing fraksi di DPRD sehingga agendanya terasa dekat dengan masyarakat. Selain itu agenda ini juga harus rutin diselenggarakan bukan hanya dalam rangka HUT DPRD Kota Kediri. (HM)

2 Warung Miras di Banyakan Digrebek Petugas

 

BONANSA FM – Kediri, Petugas Polsek Banyakan menggrebek dua warung yang menjual miras tanpa izin. Penggrebekan ini merupakan bentuk razia rutin penyakit masyarakat yang terus diintensifkan.

Warung pertama yang dirazia adalah milik Titik Miswari di Desa Jabon, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri. Dari warung Titik petugas mengamankan barang bukti 12 botol miras merek Kuntul isi 920 mili. Kemudian razia kedua di warung milik Sriatun di Desa Ngablak, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri. Dari warung miras ini petugas mengamankan barang bukti 12 botol miras merek Kuntul isi 920 mili.

Jubir Polres Kediri Kota Anwar Iskandar mengatakan, barang bukti miras dan pemiliknya telah diamankan di Mapolsek Banyakan. Razia miras akan terus diintensifkan karena merupakan penyebab kriminalitas.

Anwar menambahkan, masyarakat diimbau untuk melapor ke polisi jika mengetahui ada warung atau toko yang menjual miras. Karena peredaran miras ini sudah menghawatirkan mengingat sudah merambah ke kalangan remaja. (HM)

Polres Kediri Kota Canangkan Program Panjalu Jayati

 

BONANSA FM – Kediri, Kapolres Kediri Kota Wibowo membuat ide sebuah aplikasi berbasis android dengan melibatkan tiga pilar Kamtibmas secara terintegrasi (Polres Kediri Kota, Pemkot Kediri Kota dan Kodim 0809 Kediri). Program ini dinamakan Panjalu Jayati dengan jargon melawan kejahatan yang memiliki 4 (empat) target utama yakni menang melawan Narkoba – menang melawan Kekerasan Sexual – menang melawan Terorisme, Radikalisme dan menang melawan Kecelakaan Lalu Lintas, tentunya tanpa mengabaikan penanganan terhadap gangguan kamtibmas lainnya.

 

Program berbasis android ini dengan mudah bisa diunduh pada play store. Aplikasi Panjalu Jayati ini memiliki fungsi informasi dan fungsi kontrol sehingga akan memberikan kemudahan bagi tiga pilar untuk saling bekerja sama dan berkoordinasi dalam setiap pelaksanaan tugasnya.

 

Menurut Kapolres Wibowo, aplikasi Panjalu Jayati ini juga menyediakan layanan pengaduan masyarakat sehingga dengan cepat dapat diketahui dan segera ditindak lanjuti oleh masing-masing pilar sesuai dengan tugasnya masing-masing.

 

Kapolres menambahkan, program terbaru ini dalam rangka memberikan kecepatan dan ketepatan pelayanan kepada masyarakat, sekaligus meningkatkan peran serta masyarakat Kota Kediri bersama-sama dengan 3 Pilar untuk selalu menjaga Kamtibmas. (HM)

Buron Pelaku Cabul Pelajar dibekuk Polisi

 

BONANSA FM – Kediri, Satreskrim Polres Kediri membekuk buron pelaku persetubuhan dengan korban anak di bawah umur. Setelah dua bulan melarikan diri dan bersembunyi, pelaku akhirnya berhasil ditangkap petugas ketika diketahui berada di Kediri.

 

Pelaku bernama Khoirul alias Kenthus (19) warga Desa Kras Kecamatan Kras Kabupaten Kediri sedangkan korbannya LP pelajar masih berusia 14 tahun warga Kabupaten Kediri. Waktu itu pelaku berkenalan dengan LP dan dilanjutkan dengan saling berkirim sms. Lewat SMS Khoirul sering melancarkan rayuan gombal kepada LP. Korban juga dijanjikan akan dinikahi jika hamil sehingga akhirnya mau diajak bersetubuh di rumah nenek pelaku di Kras. Karena ketagihan, persetubuhan ini pun terjadi berulangkali.

 

Orangtua korban yang mengetahui kejadian itu kemudian lapor ke polisi pada 3 Juni 2016. Pelaku sempat kabur dan baru diamankan petugas pekan lalu. Jubir Polres Kediri Bowo Wicaksono menuturkan, pelaku sudah diamankan di sel tahanan Polres Kediri.

 

Sementara itu barang bukti yang diamankan petugas yakni kaos lengan panjang warna biru putih. Celana jeans warna biru tua, pakaian dalam coklat muda dengan motif bunga dan celana dalam putih motif bunga. Tersangka bakal dijerat dengan pasal 81 ayat 1 dan ayat 2 UU No 35/2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. (HM)

HUT, DPRD Kota Kediri Tampilkan Pusaka dan Sejarah

 

BONANSA FM – Kediri, Warga Kediri bisa melihat dan mengetahui benda-benda bersejarah peninggalan Kerajaan Kadiri termasuk benda benda pusaka. Warga bisa datang ke pameran yang bertemakan sejarah dalam rangka hari ulang tahun DPRD Kota Kediri. Ini juga bertujuan melestarikan budaya dan dan sejarah Kota kediri.

 

Tidak hanya benda pusaka warga juga bisa melihat foto-foto tempo dulu. Ketua DPRD Kota Kediri Kholifi Yunon mengatakan pameran sejarah ini dalam rangka memperingati HUT DPRD Kota Kediri periode ini. DPRD ingin memberikan, pendidikan akan sejarah Kota Kediri Tempo Doeloe yang masih sering mengalami banjir saat turun hujan dan luapan sungai Brantas kala itu,

 

Selain itu, menurut Yunon ini juga sebagai ajang dalam mengakrabkan masyarakat dengan para wakilnya. Ia berharap beragam acara yang disusun ini mampu menghibur dan dijadikan silahturahmi dengan warga Kota Kediri.

 

Yunon menambahkan, tak hanya pemeran benda-benda bersejarah dalam peringatan hari ulang tahun DPRD Kota kediri, namun juga ada beberapa rangkaian, diantaranya festival band pelajar, pertandingan bulu tangkis antar instasi di lingkungan pemerintah kota, yang digelar di GOR Wijaya. Khataman Quran dilanjutkan pagelaran wayang kulit dalang ki Bayu Aji Pamungkas dengan lakon Bimo Tandang. (HM)

 


 

Penyembelih Hewan Kurban Harus Bersertifikat

 

BONANSA FM – Kediri, Dinas Pertanian Kota Kediri sudah mengagendakan pelatihan penyembelih hewan ternak, khususnya hewan kurban. Sasaran pelatihan utamanya adalah para takmir masjid yang akan mendapatkan materi perihal tata cara penyembelihan hewan yang baik dan benar.

 

Pelatihan itu sekaligus sebagai prasyarat mendapatkan sertifikat penyembelih hewan kurban dari pemerintah Kota Kediri. Para penyembelih hewan kurban itu juga akan mendapatkan pendidikan dasar tentang kesehatan hewan atau medis veteriner. Pengetahuan ini bertujuan untuk memastikan hewan yang disembelih bebas penyakit sehingga tidak sampai merugikan orang yang mengonsumsi dagingnya.

 

Kepala Dinas Pertanian Kota Kediri Semeru Singgih menuturkan, dengan adanya pengetahuan itu, diharapkan para takmir semakin mantap saat menyembelih hewan kurban. Selain itu, juga dapat menghilangkan keraguan perihal kehalalan daging hasil penyembelihannya. Ini karena penyembelihnya telah mengantongi sertifikat dengan pelatihan yang menggabungkan pengetahuan medis dan pengetahuan agama.

 

Semeru menambahkan, pelatihan itu dijelaskan pula tentang kelayakan hewan kurban. Ini karena tidak semua hewan dapat dikurbankan. Kelayakan yang menjadi patokan adalah sebagaimana menurut tuntunan agama, seperti tentang usia hewan yang harus lebih dari setahun, tidak cacat, serta tampilan fisiknya yang bagus. Pada materi tata cara penyembelihan, para takmir menyembelih hewan melalui sebuah praktik lapangan. (HM)

Lapas Kediri Overload

 

BONANSA FM – Kediri, Jumlah penghuni penjara atau lembaga pemasyarakatan Kota Kediri semakin hari semakin berjubel. Sebab jumlah narapidana dan tahanan terus bertambah sedangkan lokasinya sempit. Kondisi ini membuat jumlah penghuni lapas jauh dari angka ideal. Dalam satu kamar berukuran cukup besar seharusnya dihuni 15 orang saja, tetapi kini mencapai 30 orang lebih.

Kondisi ini, jika dibiarkan akan berdampak buruk baik dari sisi kesehatan maupun dampak sosial lainnya. Kepala Lapas Kelas 2A Kota Kediri Hadian Eko Hidayat mengatakan, selain tahanan juga ada titipan narapidana dari kejaksaan. Menurutnya kapasitas Lapas Klas 2A Kediri adalah 260 orang tetapi jumlah penghuninya tercatat 689 atau hampri tiga kali lipatnya.

Kata hadian, hal ini juga harus menjadi perhatian pemerintah daerah, dengan cara melakukan pemugaran maupun membuat lapas baru. Selama ini lapas berada di Kota, bisa dimungkinkan nanti membuat baru di Kabupaten Kediri.

Hadian Eko mengakui kondisi overloadnya Lapas sangat berpengaruh terhadap kesehatan warga binaan. Tetapi mau bagaimana lagi karena kenyatannya angka kriminalitas masih tinggi sehingga Lapas selalu penuh. (HM)

Wakil Rakyat Sarankan Kembangkan Area Wisata Selomangleng

 

BONANSA FM – Kediri, Komisi C DPRD Kota Kediri menyarankan Pemkot Kediri mengembangkan obyek wisata Selomangleng. Bisa dilakukan dengan menambah sejumlah fasilitas di lokasi wisata tersebut, guna menarik wisatawan.

 

Menurut wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Kediri Muzer Zaidib, sejumlah fasilitas yang mungkin perlu ditambah adalah tempat permainan baru untuk anak-anak. Hal itu menjadi prioritas, sebab di lokasi ini ingin diciptakan tempat wisata yang ramah dengan anak-anak.

 

Selain itu, kata Muzer, gua Selomangleng adalah wisata edukasi, yaitu berupa situs peninggalan sejarah ditambah lagi ada museum. Di museum juga terdapat banyak arca seperti Dewa Siva, Dewa Vishnu, dewa Ardhanari, Dewa Siwa dengan istrinya Parvati dan Ganesha. Yang jelas menurutnya, wisata Selomangleng bisa menjadi icon Kota Kediri.

 

Muzer menambahkan, dengan penambahan fasilitas dan sarana diharapkan pengunjung semakin banyak dan PAD bisa meningkat. Menurutnya pada 2015, target pendapatan wisata Selomangleng 710 juta. Pada 2016 ini tentunya itu bisa meningkat jika ada pengembangan daya tarik wisatanya. (HM)