| | Posted in News
 TEXT SIZE :  

 

 

BONANSA FM – Kediri, Ada pepatah we are what we eat, kita adalah apa yang kita makan. Ungkapan itu memang tidak berlebihan, karena jika sari-sari makanan yang telah kita konsumsi beredar dalam darah keseluruh sel-sel tubuh, akan sangat berpengaruh pada sistem metabolisme dan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Meski ada mekanisme alami untuk memfilter dan menyaring racun, namun jika terus menerus mengkonmsumsi makanan yang tidak baik, pasti akan menyebabkan banyak masalah kesehatan.

 

Di tengah maraknya berbagai macam dan jenis makanan olahan dengan berbagai tampilan kemasan dan cita rasa, semakin tingggi godaan untuk tidak meliriknya. Namun hati-hati karena makanan yang sehat, tidak ditentukan dengan tampilan yang menarik atau harga yang mahal. Sri Mulyaningtyas, ahli farmasi dari Seksi Farkalkes Dinas Kesehatan Kota Kediri mengingatkan, dalam memilih makanan pada prinsipnya harus terbebas dari 3 bentuk cemaran yaitu cemaran fisik, kimia, dan biologi.

 

Alumnus Fakultas Farmasi UNAIR tahun 1990 yang biasa dipanggil Tyas ini juga menghimbau, para ibu khususnya untuk juga teliti dalam memilih bahan makanan olahan yang akan disajikan untuk keluarga. Yang penting juga diperhatikan adalah tanggal kadaluwarsa, komposisi bahan, serta ada nomor ijin dari institusi yang berwenang mengeluarkan. Kehati-hatian semacam ini perlu dijadikan kebiasaan, demi menjaga kesehatan keluarga dan terciptanya generasi yang berkualitas dan berprestasi. Saat ditanya apa pihaknya sering menemukan makanan olahan yang tidak layak tapi masih dijual, Tyas mengatakan biasanya pada tanggal kadaluwarsa dan kondisi kemasan yang sudah kurang layak. Tapi menurutnya itu bukan kesengajaan lebih pada kelalaian atau kekurangtelitian penjual. (YS)


 

 
 
Tinggalkan Pesan
 
 
 

 
 
 

 

 

 

Partners